DETAIL PROGRAM

Pendidikan & SDM

Kemendikbudristek

Masalah:

Masih tingginya angka putus sekolah dan hambatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau rentan miskin di berbagai wilayah Indonesia menjadi tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Beban biaya personal peserta didik—seperti pembelian seragam, alat tulis, transportasi, hingga biaya operasional sekolah lainnya—sering kali menjadi alasan utama orang tua tidak mampu melanjutkan pendidikan anak-anak mereka. Ketimpangan akses ini berdampak langsung pada rendahnya partisipasi sekolah di tingkat dasar hingga menengah, khususnya pada wilayah pedalaman dan daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Solusi Presiden:

Sebagai langkah strategis untuk mengatasi hambatan finansial tersebut, pemerintah menghadirkan bantuan tunai pendidikan secara langsung kepada peserta didik melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Solusi ini dirancang untuk meringankan beban biaya personal siswa agar mereka dapat terus mengenyam pendidikan tanpa terhalang masalah ekonomi. Melalui mekanisme intervensi biaya yang tersistematis hingga tingkat provinsi, program ini bertujuan mencegah siswa dari risiko putus sekolah (drop out) serta menarik kembali anak usia sekolah yang sempat berhenti agar mau melanjutkan pendidikannya.

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang ditujukan bagi siswa jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini disalurkan secara bertahap melalui mekanisme pembedaan antara status penetapan pemberian langsung maupun proses aktivasi rekening nominasi. Masing-masing jenjang pendidikan menerima alokasi nominal dana yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional peserta didik di tingkatannya, guna memastikan cakupan bantuan yang proporsional dan efektif. Berdasarkan data penyaluran nasional, program ini menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dengan efisiensi tata kelola yang transparan dan terukur. Bantuan disalurkan melalui rekening simpanan pelajar atas nama siswa guna menjamin dana diterima secara tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan pembelajaran siswa di sekolah.

PRESIDENSOLUSI

© 2026

Data program

4 dari 2.056 baris

Siswa menerima
13,7 jt
Dana disalurkan
Rp 9,6 T
Kabupaten/kota
514
Data pencairan
2026-09-30
Dana PIP disalurkan per kabupaten/kota
Penyaluran per kabupaten/kota2.056Data awal152
Reset
NoProvinsiData PencairanJenjangKabupaten/KotaTahunDanaSiswa
🇮🇩 PRESIDEN SOLUSI
BerandaSolusieBookTautan EksternalTentang
Disalurkan
Pemberian
Pemberian Dari Aktivasi Nominasi
Pemberian Relaksasi
Disalurkan
Pemberian
Pemberian Dari Aktivasi Nominasi
Pemberian Relaksasi
1Prov. Jawa Tengah2026-09-30SDKab. Banyumas202622.742.325.00019.230.300.0003.512.025.000055.20847.1008.1080
2Prov. Jawa Tengah2026-09-30SMPKab. Banyumas202617.755.875.00015.451.500.0002.304.375.000028.67625.1323.5440
3Prov. Jawa Tengah2026-08-31SMAKab. Banyumas202611.383.200.0006.311.700.0005.071.500.00007.3174.4712.8460
4Prov. Jawa Tengah2026-08-31SMKKab. Banyumas202635.602.200.00018.081.900.00017.520.300.000024.07714.06010.0170

Fokus wilayah

Kabupaten Banyumas · dari pencarian

Dana PIP disalurkan per kabupaten/kota
Dana disalurkan per jenjang
  1. SDRp 3,1 T
  2. SMARp 2,3 T
  3. SMKRp 2,3 T
  4. SMPRp 2 T
Kabupaten/kota dengan dana terbesar
  1. Kab. BogorRp 159,8 M
  2. Kab. GarutRp 146,5 M
  3. Kab. BandungRp 137,6 M
  4. Kab. CirebonRp 109,7 M
  5. Kab. BrebesRp 107,9 M
  6. Kota MedanRp 101 M
  7. Kab. CianjurRp 95,1 M
  8. Kota BandungRp 89,5 M
  9. Kab. TangerangRp 88,6 M
  10. Kab. BanyumasRp 87,5 M