DETAIL PROGRAM
Infrastruktur & Perumahan
Kementerian PU
Perumahan & Ketahanan Bencana Backlog perumahan tidak hanya disebabkan keterbatasan pembeli rumah, tetapi juga lemahnya akses pembiayaan bagi pengembang, kontraktor, toko bangunan, dan UMKM pendukung sektor perumahan. Akibatnya, pasokan rumah tumbuh lebih lambat dibanding kebutuhan masyarakat.
Pemerintah meluncurkan KUR Perumahan untuk memperkuat sisi produksi perumahan, mulai dari pengembang hingga rantai pasok material bangunan. Hasilnya, penyaluran KUR Perumahan mencapai Rp. 23,5 triliun sepanjang 2025– 2026, dengan realisasi Rp. 17,9 triliun hanya dalam periode 1 Januari–8 Juni 2026.
Permasalahan utamanya adalah backlog perumahan tidak hanya disebabkan keterbatasan pembeli rumah, tetapi juga lemahnya akses pembiayaan bagi pengembang, kontraktor, toko bangunan, dan UMKM pendukung sektor perumahan. Solusi yang diusulkan mencakup pemerintah meluncurkan KUR Perumahan untuk memperkuat sisi produksi perumahan, mulai dari pengembang hingga rantai pasok material bangunan. Pelaksanaannya diarahkan agar intervensi berjalan secara terukur dan manfaat program dapat dirasakan oleh kelompok sasaran secara bertahap dan berkelanjutan.
Data program
0 baris