DETAIL PROGRAM
Energi & SDA
Kementerian ESDM
Di 2025, Indonesia masih impor BBM bensin 23 juta kiloliter (61%) dari kebutuhan 37,3 juta kiloliter per tahun. Implementasi bioetanol 20% (E20) bertahap dengan target produksi bioetanol 2 juta kiloliter per tahun dari tebu, singkong dan jagung, serta kurangi konsumsi BBM bensin dengan mempercepat adopsi dengan insentif fiskal motor listrik dan mobil listrik.
Di 2025, Indonesia masih impor BBM bensin 23 juta kiloliter (61%) dari kebutuhan 37,3 juta kiloliter per tahun. Implementasi bioetanol 20% (E20) bertahap dengan target produksi bioetanol 2 juta kiloliter per tahun dari tebu, singkong dan jagung, serta kurangi konsumsi BBM bensin dengan mempercepat adopsi dengan insentif fiskal motor listrik dan mobil listrik.
Permasalahan utamanya adalah di 2025, Indonesia masih impor BBM bensin 23 juta kiloliter (61%) dari kebutuhan 37,3 juta kiloliter per tahun. Solusi yang diusulkan mencakup implementasi bioetanol 20% (E20) bertahap dengan target produksi bioetanol 2 juta kiloliter per tahun dari tebu, singkong dan jagung, serta kurangi konsumsi BBM bensin dengan mempercepat adopsi dengan insentif fiskal motor listrik dan mobil listrik. Pelaksanaannya diarahkan agar intervensi berjalan secara terukur dan manfaat program dapat dirasakan oleh kelompok sasaran secara bertahap dan berkelanjutan.
Data program
0 baris