DETAIL PROGRAM
Infrastruktur & Perumahan
Kementerian PU
Perumahan & Ketahanan Bencana Masih jutaan keluarga Indonesia tinggal di rumah tidak layak huni yang rentan terhadap cuaca, bencana, dan risiko kesehatan seperti TBC. Pada 2025, kapasitas program BSPS (Bedah Rumah) baru menjangkau 45.073 rumah, belum sebanding dengan kebutuhan nasional. Presiden perluas program BSPS (Bedah Rumah) secara masif melalui digitalisasi e-BSPS, penggunaan data BPS, dan mekanisme Tender Rakyat. Alokasi BSPS melonjak dari 45.073 unit pada 2025 menjadi 450.000 unit pada 2026 (naik 10x), dengan target jangka menengah mencapai 2 juta rumah selesai Bedah Rumah di 2027.
Perumahan & Ketahanan Bencana Masih jutaan keluarga Indonesia tinggal di rumah tidak layak huni yang rentan terhadap cuaca, bencana, dan risiko kesehatan seperti TBC. Pada 2025, kapasitas program BSPS (Bedah Rumah) baru menjangkau 45.073 rumah, belum sebanding dengan kebutuhan nasional. Presiden perluas program BSPS (Bedah Rumah) secara masif melalui digitalisasi e-BSPS, penggunaan data BPS, dan mekanisme Tender Rakyat. Alokasi BSPS melonjak dari 45.073 unit pada 2025 menjadi 450.000 unit pada 2026 (naik 10x), dengan target jangka menengah mencapai 2 juta rumah selesai Bedah Rumah di 2027.
Permasalahan utamanya adalah masih jutaan keluarga Indonesia tinggal di rumah tidak layak huni yang rentan terhadap cuaca, bencana, dan risiko kesehatan seperti TBC. Solusi yang diusulkan mencakup pada 2025, kapasitas program BSPS (Bedah Rumah) baru menjangkau 45.073 rumah, belum sebanding dengan kebutuhan nasional. Pelaksanaannya diarahkan agar intervensi berjalan secara terukur dan manfaat program dapat dirasakan oleh kelompok sasaran secara bertahap dan berkelanjutan.