Energi & SDA#91
Hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) masih sangat minim karena belum benar-benar dirumuskan secara khusus kebijakan nasional pemanfaatan LTJ.
Pendirian Badan Industri Mineral (BIM) melalui Peraturan Presiden 76/2025 dengan mandat sebagai regulator logam tanah jarang (LTJ), dan pembentukan PT Perminas oleh Danantara sebagai BUMN pelaksana hilirisasi LTJ.
Solusi: Hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) masih sangat minim karena belum benar-benar dirumuskan secara khusus kebijakan nasional pemanfaatan LTJ. Pendirian Badan Industri Mineral (BIM) melalui Peraturan Presiden 76/2025 dengan mandat sebagai regulator logam tanah jarang (LTJ), dan pembentukan PT Perminas oleh Danantara sebagai BUMN pelaksana hilirisasi LTJ.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#92
Walaupun ada 45.000 sumur minyak masyarakat, legalitas sumur minyak masyarakat belum pernah ada.
Pemberian status hukum untuk seluruh sumur minyak masyarakat di 6 provinsi melalui Peraturan Menteri ESDM 14/2025. Pertamina juga jadi dapat membeli minyak dari sumur masyarakat dengan harga 80% dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
Solusi: Walaupun ada 45.000 sumur minyak masyarakat, legalitas sumur minyak masyarakat belum pernah ada. Pemberian status hukum untuk seluruh sumur minyak masyarakat di 6 provinsi melalui Peraturan Menteri ESDM 14/2025. Pertamina juga jadi dapat membeli minyak dari sumur masyarakat dengan harga 80% dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#93
Potensi energi dari air sebesar 75-95 GW belum termanfaatkan sesuai potensinya.
Solusi: Pengembangan PLTA skala besar, termasuk pemanfaatan aliran sungai Kayan di Kalimantan dan Mambramo di Papua.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#94
Cadangan BBM di tangki Pertamina baru 21-28 hari, walaupun cadangan BBM di perut bumi Indonesia masih 9-19 tahun.
Solusi: Pembangunan 10 modular refinery dan 6 oil storage tank dengan investasi dari Danantara untuk memperkuat cadangan energi nasional.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#95
Polusi udara dari kendaraan bermotor akibatkan 14,5 juta orang di perkotaan sakit infeksi pernapasan (ISPA) per tahun.
Mempercepat penyelesaian kilang minyak RDMP Balikpapan yang tingkatkan kualitas BBM-BBM Pertamina dari EURO 2 ke EURO 5 dengan kandungan sulfur rendah, serta memberikan insentif fiskal untuk percepatan adopsi motor dan mobil listrik.
122Baris data di balik program ini
Solusi: Polusi udara dari kendaraan bermotor akibatkan 14,5 juta orang di perkotaan sakit infeksi pernapasan (ISPA) per tahun. Mempercepat penyelesaian kilang minyak RDMP Balikpapan yang tingkatkan kualitas BBM-BBM Pertamina dari EURO 2 ke EURO 5 dengan kandungan sulfur rendah, serta memberikan insentif fiskal untuk percepatan adopsi motor dan mobil listrik.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#96
Di 2025, APBN untuk subsidi LPG masih Rp.
87 triliun per tahun karena sebagian besar warga masih pakai kompor gas.
Solusi: Percepatan pembangunan 1 juta sambungan jaringan gas (jargas) kota dan pembagian kompor listrik untuk 2–5 juta rumah tangga.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#97
84% dari 107 GW pembangkit listrik kita di 2025 masih bergantung sumber fosil seperti BBM solar dan batu bara.
Solusi: Percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 GW “beyond RPTUL”, dengan prioritas pertama menggantikan semua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang butuh BBM solar sebesar 17 GW.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#98
Kenaikan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz di Maret 2026 potensi tingkatkan anggaran subsidi energi dan “jebol” defisit APBN.
Mengurangi pembelian BBM harga dunia dengan percepatan swasembada BBM solar dan BBM bensin, membatasi pembelian BBM bersubsidi ke 50 liter per nomor polisi per hari, serta mengupayakan pembelian BBM dengan harga khusus 100 juta barel + 50 juta barel dari Russia.
Solusi: Kenaikan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz di Maret 2026 potensi tingkatkan anggaran subsidi energi dan “jebol” defisit APBN. Mengurangi pembelian BBM harga dunia dengan percepatan swasembada BBM solar dan BBM bensin, membatasi pembelian BBM bersubsidi ke 50 liter per nomor polisi per hari, serta mengupayakan pembelian BBM dengan harga khusus 100 juta barel + 50 juta barel dari Russia.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#99
Di 2025, Indonesia masih impor BBM bensin 23 juta kiloliter (61%) dari kebutuhan 37,3 juta kiloliter per tahun.
Implementasi bioetanol 20% (E20) bertahap dengan target produksi bioetanol 2 juta kiloliter per tahun dari tebu, singkong dan jagung, serta kurangi konsumsi BBM bensin dengan mempercepat adopsi dengan insentif fiskal motor listrik dan mobil listrik.
Solusi: Di 2025, Indonesia masih impor BBM bensin 23 juta kiloliter (61%) dari kebutuhan 37,3 juta kiloliter per tahun. Implementasi bioetanol 20% (E20) bertahap dengan target produksi bioetanol 2 juta kiloliter per tahun dari tebu, singkong dan jagung, serta kurangi konsumsi BBM bensin dengan mempercepat adopsi dengan insentif fiskal motor listrik dan mobil listrik.
Baca penjelasan lengkap↗Energi & SDA#100
Di 2025, Indonesia masih impor BBM solar 4,9 juta kiloliter (12%) dari kebutuhan BBM solar 39,5 juta kiloliter per tahun.
Implementasi biodiesel 50% atau B50 dengan target produksi biodiesel (FAME) dari kelapa sawit hingga 21,9 juta kiloliter per tahun, untuk capai swasembada solar 2026. Dorongan elektrifikasi bis kota untuk mempertebal swasembada.
Solusi: Di 2025, Indonesia masih impor BBM solar 4,9 juta kiloliter (12%) dari kebutuhan BBM solar 39,5 juta kiloliter per tahun. Implementasi biodiesel 50% atau B50 dengan target produksi biodiesel (FAME) dari kelapa sawit hingga 21,9 juta kiloliter per tahun, untuk capai swasembada solar 2026. Dorongan elektrifikasi bis kota untuk mempertebal swasembada.
Baca penjelasan lengkap↗